Pagi itu….7 April 2008
Mendadak sang istri sakit perut…..”Aduk Maag ku kambuh nih sayang…” sambil terheran-heran, kok bisa orang hamil sakit maag ya?Apa jangan-jangan ini tanda orang mau melahirkan nih?
Saat itu memang usia kandungan istriku sudah menginjak 38 Minggu dan kata dokter bahwa ini sudah masuk ke minggu ‘mateng’ dimana bisa saja proses persalinan terjadi dan jangan heran jika tiba-tiba sakit perut dan disarankan untuk langsung ke RSB yang dirujuk si dokter….tersirah dari itu langsung aja “Apa ini tanda-tanda mau melahirkan say?” aku tanya istriku, tapi dia masih bersikeras bahwa dia maag…”Engga, bukan mau melahrikan kok, sepertinya maag ku kambuh nih…” jawab istriku, tapi anehnya rasa maag itu tidak hilang walau coba untuk kasih teh manis anget (ramuan lama nih
) dan malah rasa sakitnya makin mejadi dan tidak ilang.
Mulai deh panic+binun…sejenak aku berpikir, apa bukan ini gara-gara sedang hamil atau memang sakit maag ya? dengan rasa penasaran dan panic, aku coba bujuk istriku untuk periksa ke dokter aja….kalo tidak langsung pergi ke RSB.
Coba cari no telp RSB yang dirujuk dokter, dan coba confirmasi, apakah dokter sedang praktek di tempat tsb. Akhirnya dapet jawaban, bahwa dokternya akan ada operasi jam 1 siang. Ya sudah, kebetulan deh….dan aku segera bergegas untuk pergi ke RSB.
Istriku sepertinya ngak bisa nahan rasa sakit itu dan akupun mulai mencoba untuk menenangkannya, tapi karena ini pengalamang pertama jadinya serba bingun….dijalanpun istriku masih kesakitan, aku coba percepat perjalanan ke RSB…..Tiba di RSB, orang-orang malah santainya….”Mau melahirkan ya mas?” tanya sang suster, dan aku bingung jawabnya….”Oh, sepertinya iya tapi sepertinya maag sih sus” sambil ngak yakin “tapi mungkin juga udah kerasa nih sus, apa bisa ditangangi? aku coba perjelas masalahnya….”Oh, coba kebelakang aja dan tunggu aja, karena dokternya sedang ada operasi” jawab sang suster dengan santainya….rasanya ingin ngotot, tapi….”trus gimana ya istri saya, sepertinya kesakitan amat sangat nih apa tidak di tangani dulu dengan suster atau bidan?” aku coba jawab…..”oh iya, tunggu saja….apa mau dibaringkan dulu, atau mau minum teh manis anget?” suster itu coba menenangkan aku dan istriku, padahal tadi dirumah sudah di kasih teh manis, tapi rasanya sama saja ngak ada efek yang signifikan
Akhirnya jam 13:30 istriku dibawa keruangan untuk orang melahirkan…”kenapa ini?” tanya bidan….udah tau perutnya sakit, dan tanda-tanda mau lahirkan….eh malah tanya ini orang, tapi aku coba berpikir lagi….mungkin sang bidan coba menenangkan kita berdua…”Ini sus, sepertinya istri saya mau melahirkan” saya coba jawab….”tapi ini maag sus….” istriku nyela sambil coba terangkan masalahnya….”Oh, kita periksa saja dulu ya” bidan itu jawab.
Akhirnya setelah bidan itu coba periksa-periksa dengan alat dengarnya dan di pijak-pijak perut istriku….sang dokter sudah selesai operasi jam 14:00 dan mencoba periksa dengan USG. “Oh ini sih ada tanda-tanda untuk melhirkan, tetapi karena ibu punya penyakit maag jadinya rasa “mules” itu mendorong lambung sehingga seperti sakit maag, tapi ini bukan maag kok bu” jawab dokter dengan santainya….”tapi dok ini kaya maag, beneran deh dok” istriku coba ngotot…”ya sudah, kita periksa dan kasih obat maag aja ya, jika nanti rasa sakitnya hilang ibu bisa pulang tetapi jika bukan ibu harus di rawat” bales dokter…..Aku pikir bener juga diagnosa dokter itu, dan sedikit menenangkan istriku.
Setelah dokter kasih resep obat, sang bidan mencoba check pembukaan….”oh, ini sih sudah pembukaan satu jari, 90% sudah pembukaan pertama nih” bidan itu bilang…Aduh, apa istriku mau melahirkan…trus gue gimana nih…beneran mo jadi Bapak
Tapi karena istriku yakin 99% itu adalah maag, istriku ngotot untuk pulang dulu dan coba makan obat dari dokter….akhirnya kita diijinkan pulang, dan aku pun bergegas untuk siapin makan bir obatnya bisa dimakan…..1 jam berlalu dan rasa sakit itu pun mulai hilang….”Tuh kan, bener…ini sih maag” istriku meyakinkan aku, “iya….tapi tetep kita harus hati2 karena kamu dah bulannya untuk melahirkan, dan apa kata bidan juga sudah ada pembukaan satu jari” aku coba jawab…..
Hari itu memang cukup melelahkan, selain panic+binun+banyak problem di kantor bikin terasa hari itu berat dan bergulir sangat cepat sang waktu….pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan dan menjadi sebuah pelajaran. Aku tetap berdo’a agar proses persalinan istriku bisa normal dan lancar karena sampe blog ini ditulis, istriku masih blom ada perkembangan, cuma ada rasa sakit “mules” dan adanya peningkatan pembukaan.
~Angky R~